Desa Binaan Wonorejo Sukses, LPPM UKH Siapkan Estafet ke Desa Binaan Baru
Surakarta, Kamis (3/9/2026) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kusuma Husada (UKH) Surakarta melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Desa Binaan Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (3/9/2026). Evaluasi ini sekaligus menjadi penanda keberhasilan program desa binaan yang telah berjalan sejak satu dekade terakhir, sebelum LPPM UKH melakukan estafet ke desa binaan selanjutnya.
Berdasarkan hasil verifikasi tim Unit PkM LPPM UKH, program pengabdian masyarakat dosen UKH di Desa Wonorejo sepanjang TA 2025/2026 tersebar merata mulai dari tingkat RW, dusun, sekolah, hingga fasilitas kesehatan desa, sebagai bagian dari jejaring desa binaan UKH yang menjangkau berbagai lokasi.
“Desa Wonorejo telah menjalani masa pembinaan dengan capaian yang baik, mulai dari edukasi kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan lansia, hingga penguatan kapasitas masyarakat di berbagai RW dan dusun. Atas dasar itu dan rekomendasi dari Puskesmas Gondangrejo selaku mitra kesehatan wilayah, LPPM UKH akan melakukan estafet program desa binaan ke lokasi berikutnya agar manfaat pengabdian masyarakat UKH dapat dirasakan lebih merata,” ujar Kepala Bagian Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UKH, Dr. Galih Priambodo, S.Kep., Ns., M.Kep.
Ia menjelaskan, kegiatan yang telah dilaksanakan mencakup lintas rumpun keilmuan, mulai dari kebidanan, keperawatan, farmasi, hingga kesehatan masyarakat. Rumpun Farmasi tercatat paling mendominasi, disusul rumpun Kebidanan dengan fokus prenatal yoga serta pencegahan stunting dan edukasi ASI eksklusif.
“Sasaran kegiatan sangat beragam, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita berisiko stunting, anak usia sekolah, hingga lansia. Ini mencerminkan komitmen dosen UKH menjangkau seluruh siklus kehidupan masyarakat Wonorejo selama masa pembinaan berlangsung,” tambah Dr. Galih.
Selama masa pembinaan, sejumlah indikator keberhasilan program desa binaan tercatat membaik, mulai dari meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan, perubahan sikap dan perilaku hidup sehat yang semakin positif, hingga menurunnya faktor risiko penyakit tidak menular di kalangan warga. Kualitas kesehatan ibu, anak, dan lansia turut mengalami peningkatan, sejalan dengan menguatnya kapasitas kader dan tenaga kesehatan di wilayah setempat. Rangkaian capaian inilah yang menjadi dasar pertimbangan LPPM untuk melanjutkan estafet pembinaan dari Wonorejo menuju desa binaan berikutnya.
Ketua LPPM UKH Surakarta, Dr. Aria Nurahman Hendra Kusuma, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan bahwa proses estafet desa binaan akan dilakukan secara bertahap dan berkoordinasi dengan Puskesmas Gondangrejo maupun perangkat desa terkait.
“Keberhasilan pembinaan di Wonorejo menjadi tolok ukur bagi kami untuk mereplikasi model serupa di desa binaan berikutnya. Rekomendasi dari Puskesmas Gondangrejo menjadi pertimbangan penting karena merekalah yang memahami kebutuhan kesehatan wilayah secara langsung,” katanya.
Rektor Universitas Kusuma Husada Surakarta, Dr. Erinda Nur Pratiwi, SST., M.Kes., M.Keb., turut menyampaikan dukungannya terhadap keberlanjutan program desa binaan ini. Ia menegaskan bahwa universitas akan terus memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, baik yang masih berjalan di Desa Wonorejo maupun yang akan dimulai di desa binaan berikutnya, sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Desa Wonorejo sendiri telah menjadi mitra desa binaan UKH, berdasarkan nota kesepahaman (MoU) antara UKH dan Pemerintah Desa Wonorejo bersama Puskesmas Gondangrejo tentang kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
