TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR DI PACITAN
Dedep Nugraha
STIKes Kusuma Husada Surakarta, Departemen Keperawatan Gawat Darurat
Email: dedepnugraha@gmail.com
Latar Belakang : Dari hasil diskusi dengan Basarnas Surakarta, BPBD Surakarta, Tim Kesehatan Mahasiswa STIKES Kusuma Husada Surakarta didapatkan data bahwa telah terjadi banjir di tiga kabupaten yaitu Wonogiri Jawa Tengah, Bantul Yogyakarta dan Pacitan Jawa Timur, dengan korban ratusan rumah warga terendam air beserta fasilitas umum di daerah terdampak, beberapa jalan dan jembatan terputus, aktifitas warga terhenti. Tujuan dilakukanya pengabdian masyarakat ini adalah agar korban banjir dapat di evakuasi ke tempat aman, korban yang mengalami luka dan penyakit dapat tertolong lebih dini. Kegiatan dilakukan di daerah terdampak banjir yaitu di Dusun Bubakan, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada bulan Nopember sampai dengan Desember 2017, selama 77 jam dengan memberikan bantuan rescue, tanggap darurat, evakuasi, posko pengungsian dan bantuan logistik. Target pengabdian masyarakat ini adalah seluruh warga Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur yang terdampak bencana banjir. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan hasil yang baik di setiap fasenya yaitu pelaksanaan fase rescue atau tangap darurat tim kesehatan dengan BKO (Bawah Kendali Operasi) dibawah komando Basarnas dan BPBD Kota Surakarta, meliputi kegiatan SAR, evakuasi, posko pengungsian dan tim kesehatan di shelter pengungsian. Pada hari ke 5 warga sudah mulai kembali ke rumah masing- masing. Dilanjutkan dengan tahap rehabilitasi dengan mengirimkan bantuan sembako dan dukungan moril serta edukasi bagi warga korban banjir. Warga dan tokoh masyarakat menyambut baik dan kooperatif. Setelah di lakukan evaluasi bahwa situasi telah kembali pulih pada hari ke 25 maka diputuskan bantuan dihentikan karena warga telah mampu pulih kembali seperti sedia kala. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian ini, bahwa warga telah dapat mulai kembali kerumah masing-masing pada hari kelima dan kondisi telah pulih pada hari ke 25.
